Alhamdulillah..
Pertama-tama saya ucapkan syukur yang tiada terkira kepada Tuhan saya, Allah SWT, atas segala nikmat-Nya yang telah Dia anugerahkan kepada diri saya yang berlumuran dosa ini. Semoga Allah SWT bersedia mengampuni segala nista, salah dan lupa yang pernah kita perbuat.
Di hari yang fitri nan indah ini, saya ingin menyampaikan
permohonan maaf, penyesalan, rasa haru, ungkapan terima kasih dan kegembiraan saya kepada 'manusia-manusia mulia' yang selama ini dekat dengan saya. Kalian yang selalu ada di samping saya ketika saya sedang dalam keadaan susah dan senang, sedih maupun bahagia.
PERTAMA,
Untuk
IBU saya. Ia yang telah bersusah payah melahirkan dan membesarkan saya. Mendidik saya. Mengarahkan saya menuju kebaikan dan kebenaran. Ia yang pernah menjadi seorang
single parent nan tangguh selama beberapa tahun selepas Bapak saya meninggal dunia.
Ia yang cerewet, agak
lebay, riweuh dan terkadang
over protected. Namun tetap pengertian. Ia yang selalu mengabulkan segala permintaan saya jika ia memang mampu untuk merealisasikannya. Ia yang sabar apabila saya membentaknya, menjutekinya dan bahkan marah-marah padanya. Tetap memanjakan saya meskipun saya sudah sedikit bersikap kasar padanya. Ia yang kerap melarang saya untuk membantunya di dapur dan malah memerintahkan saya untuk belajar serta beristirahat saja di dalam kamar. Ia yang selalu memuji-muji saya, membangga-banggakan saya di hadapan sanak saudara dan teman-temannya. Padahal saya merasa, saya sama sekali belum pantas untuk dibanggakan. Ia yang menaruh harapan besar pada saya. Ia yang sangat saya cintai dengan segenap jiwa dan raga saya.
Maafkan saya Ibu, atas segala kesalahan-kesalahan saya selama ini. Atas ucapan dan tingkah laku saya yang pernah menyakiti hatimu. Maaf karena sering membohongimu. Maaf karena jarang membantumu memasak dan membersihkan rumah. Maaf karena saya lebih sering menghabiskan waktu di luar bersama teman-teman daripada bersama keluarga. Maaf karena diam-diam saya sering ber-KKN ria dalam mengajukan dana untuk memenuhi keperluan saya. Maaf karena pernah melanggar apa yang telah kau terapkan dalam peraturan yang kau buat. Maaf karena belum bisa menjadi apa yang benar-benar kau inginkan.
KEDUA,
Untuk
BAPAK saya yang telah lebih dulu sampai di Surga. Tiga belas tahun lamanya ia menemani saya di dunia yang fana ini. Masih terekam dengan jelas, momen-momen berkesan apa saja yang pernah kami lalui bersama. Masih teringat dengan lekat, ilmu dan nasihat-nasihat yang pernah ia hidangkan untuk saya. Meskipun hingga saat ini, nasihat dan segala perintahnya tersebut belum mampu saya penuhi serta saya laksanakan seratus persen.
Maafkan saya, Bapak, Mungkin saya lebih sering mengirimkan dosa-dosa saya yang saya kerjakan di sini ketimbang mengirimkan doa untukmu. Maaf karena sepeninggal dirimu, saya kerapkali mengecewakanmu di sana. Saya berjanji, saya akan lebih baik lagi.
KETIGA,
Untuk
ADIK-ADIK dan SEPUPU-SEPUPU saya yang bandel-bandel,
rese dan menyebalkan. Namun adakalanya mereka berubah menjadi amat menyenangkan. Maaf karena selama ini saya lebih sering mengeluarkan amarah yang meledak-ledak daripada memberikan contoh yang baik untuk kalian tiru. Maaf atas tutur kata yang selalu ketus dan cenderung kasar. Maaf karena saya terbilang keras dan sedikit frontal dalam memberikan masukan serta nasihat. Maaf atas keegoisan, ketakaburan dan keapatisan saya. Maaf atas sikap saya yang membuat kalian kesal. Maaf karena belum bisa menjadi seorang Kakak yang baik. Maaf karena belum dapat menepati janji untuk sanggup menafkahi kalian. Mungkin nanti, doakan saja. Ketahuilah, sesungguhnya saya sangat menyayangi kalian.
KEEMPAT,
Untuk
AYAH TIRI saya yang biasa saya panggil dengan sebutan
PAPA. Sesungguhnya ia sangat baik sekali. Penyayang, penyabar dan pengertian. Meskipun ia bukan Ayah kandung saya, tetapi kami (saya dan ketiga adik saya) sangat menghormati dan menyayanginya.
Terima kasih sudah menjaga dan melindungi kami. Terima kasih telah mengusir penyakit kesepian yang pernah Ibu saya derita. Terima kasih sudah merawat saya ketika saya sedang sakit. Terima kasih sudah mau membetulkan barang-barang saya yang rusak. Terima kasih sudah menjadi tempat bertanya sekaligus teman
sharing yang asyik dalam beberapa hal. Terima kasih karena sering membela saya ketika saya tengah cek-cok dengan Ibu saya. Terima kasih sudah bersedia menjadi 'supir' yang setia mengantarkan saya kemana-mana. Maaf atas segala khilaf yang pernah saya perbuat.
KELIMA,
Untuk
SAHABAT-SAHABAT saya dari semenjak saya bersekolah di TK Amaliah, SD Amaliah, TPA Amaliah, SMP Negeri 3 Bogor, SMA PGRI 1 Bogor, hingga kini saya melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor. Meski pada awalnya kampus ini bukanlah kampus yang saya harapkan, tetapi ternyata, di sini saya telah menemukan banyak sekali harta karun. Teman-teman, dosen-dosen, rekan organisasi dan, ehem.. pacar saya, yang semuanya begitu baik kepada saya. Mungkin ini memang jalan yang Tuhan pilihkan untuk saya dalam menggapai seluruh cita-cita saya. Langkah awal saya.
Untuk teman-teman saya di SD, SMP dan SMA, maaf apabila saat ini saya sudah jarang berkumpul, bermain dan berbagi cerita lagi bersama kalian. Bukan berarti saya melupakan kalian. Percayalah, saya masih dan akan terus menyayangi kalian.
Pun untuk teman-teman yang lain. Para tetangga, teman sewaktu mengaji dulu, kawan-kawan di tempat kursus, teman nongkrong, temannya teman saya, temannya pacar saya, temannya adik dan saudara saya, temannya mantan saya, mantan-mantan saya itu sendiri, teman di dunia maya, teman kenal selewat, teman berbisnis,
partner dalam bekerja dan berorganisasi,
partner in crime, dsb, saya memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala keterbatasan dan kekhilafan saya. Terima kasih karena telah
care, perhatian, bersikap manis dan menyayangi saya secara tulus.
Thanks for your help and your kindness. Dan terima kasih telah memberikan segudang inspirasi serta pelajaran hidup yang berarti.
KEENAM,
Untuk
GURU-GURU, DOSEN, BAPAK USTADZ dan IBU USTADZAH yang telah mengenyahkan dahaga saya akan ilmu. Terima kasih atas petuah-petuah yang menyejukkan, ilmu yang bermanfaat, pengalaman yang dibagikan, kritik dan saran yang membangun serta contoh yang tepat untuk saya ikuti. Bahkan saya tidak akan mungkin sanggup menulis tulisan ini jika saya tidak pernah mengenal kalian. Maka, mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya untuk diri saya.
KETUJUH,
Untuk
PACAR saya saat ini:
Taruli Tua Tampubolon. Pria yang awalnya saya nilai aneh, misterius namun sangat unik dan menyenangkan. Ia sungguh 'berbeda' dari pria-pria lain yang saya kenal — setidaknya menurut saya. Ia telah berhasil meluluhkan hati saya. Setelah sebelumnya saya pernah merasakan sakit hati bukan kepalang terhadap beberapa pria. Kemudian ia pun datang dan mengobatinya. Pria yang tidak disangka-sangka. Yang sebetulnya selama ini 'dekat' sekali dengan saya. Tapi saya tidak menyadarinya. Cinta memang sulit diterka, kawan. Sering datang tiba-tiba,
unpredictable, sukar dipercaya, lucu dan mampu membuat orang yang cerdas menjadi bodoh, yang waras pun bisa saja berubah setengah gila.
Wahai 'Sahabat Jadi Cinta'-ku, terima kasih atas perhatian yang selama ini selalu kau curahkan. Terima kasih atas nasihat, saran, kritik, wawasan baru, kisah-kisah dan inspirasi yang pernah kau sajikan. Terima kasih karena sudah sangat mengerti akan diri saya. Terima kasih sudah bersedia menerima saya apa adanya. Terima kasih sudah melengkapi kekurangan dan kekosongan pada diri saya. Terima kasih sudah menjadi tempat untuk saya bertanya, berbagi cerita, berkeluh kesah, menangis, memohon pendapat, berdiskusi dan bermimpi. Terima kasih sudah menjadi sahabat sekaligus kekasih saya. Terima kasih sudah mau menemani saya kemana pun saya pergi dan beraktivitas. Terima kasih atas toleransi beragama yang kau lakukan pada saya dan kawan-kawan kita yang lain. Terima kasih atas KETULUSAN yang pernah kau ajarkan. Terima kasih atas CINTA dan KASIH SAYANG yang telah kau persembahkan kepada saya.
Maafkan saya, karena belum mampu membuatmu bahagia. Maafkan saya karena kerap menjengkelkan. Maafkan atas keegoisan dan amarah yang pernah saya tumpahkan. Maafkan saya karena tidak secantik dan tidak secerdas wanita-wanita di luar sana. Maaf atas sifat saya yang mudah sekali cemburu. Maafkan bila ada hal-hal yang bertentangan dengan pemikiranmu. Maafkan atas segala ucapan, perbuatan, tulisan maupun tingkah laku yang kurang berkenan di hatimu. Pokoknya Kita mulai dari NOL lagi yaa!
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1431 H.
Regard,
R. Syafaati Humaerah Suryo
Tajur – Kota Bogor, 10 September 2010
Ditulis Pkl. 02.00 WIB