Tema yang kami usung pada kegiatan tersebut bertajuk “Berbagi Kebahagiaan Menuju Kemenangan.” Jenis acara yang kami suguhkan antara lain: pentas musik akustik dari beberapa mahasiswa dan dosen, atraksi “Seni Tatakolan” (permainan alat musik dari barang-barang bekas) yang ditampilkan oleh UKM Seni Budaya Universitas Pakuan, siraman rohani/ceramah, buka puasa bersama, sholat magrib berjamaah, games dan pembagian santunan kepada anak-anak yatim piatu.
Anak-anak yatim piatu yang kami undang berjumlah 52 orang. Mereka berasal dari kampung-kampung yang terletak di kawasan sekitar kampus. Tadinya kami berencana untuk mengundang lebih dari 100 orang anak yatim piatu. Namun karena terpentok dengan keterbatasan dana, maka yang mampu kami undang hanya setengahnya. Tak apa. Yang penting acara tetap berlangsung dan niat untuk beramal harus tetap dijalankan.
Tamu lain yang hadir memenuhi Auditorium sudah pasti adalah para staff pengajar, Dewan Struktural, seluruh pengurus BEM dan BLM FH UNPAK serta beberapa mahasiswa yang berkenan menyempatkan waktunya untuk menghadiri acara tersebut.
Lantas, mengapa kita merasa perlu mengadakan kegiatan ini?
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang selalu dinanti-nantikan oleh seluruh kaum muslimin di dunia. Keistimewaan-keistimewaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan ialah sesuatu yang jangan sampai kita lewatkan. Mempererat tali silaturahmi, menyantuni anak-anak yatim piatu/kurang mampu, memberikan makanan kepada mereka yang berbuka puasa dan bersama-sama menghadiri suatu majelis untuk mengikuti ceramah/diskusi keagamaan, tentunya merupakan suatu rentetan kegiatan yang akan sangat berguna untuk kita semua. Apalagi Allah SWT telah berjanji, bahwasanya di bulan penuh rahmat ini Dia akan melipatgandakan segala pahala amal kebajikan yang kita lakukan dengan tulus. Maka perbanyaklah bersedekah, menunaikan sholat malam, menolong sesama dan mengerjakan amal ibadah mulia lainnya. Sebab belum tentu di tahun depan nanti kita akan bertemu kembali dengan indahnya Ramadhan.
Dan karena memang banyak sekali investasi pahala yang dapat kita lakukan di bulan penuh berkah ini. Salah satunya adalah dengan membagi-bagikan makanan kepada orang-orang yang berbuka puasa. Seperti yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya yang berbunyi:
“Barangsiapa memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa.” (H.R. At – Tirmidzi)
Lalu, kenapa anak yatim?
Islam mengajarkan kita untuk menyantuni anak yatim. Bahkan Al-Qur’an pun membahasnya sebanyak 22 kali. Berarti agama kita memang benar-benar serius dalam memperhatikan nasib anak-anak yatim.
Anak-anak yatim adalah anak-anak yang kerap merasa ‘sendiri’ meskipun mereka sedang dalam keramaian. Anak-anak yatim adalah hati yang selalu merasakan kesenyapan di tengah-tengah keramaian. Sepeninggal Ayah mereka — baik secara moril, materiil maupun psikis — tentunya mereka akan mengalami banyak perubahan di dalam hidupnya. Tak jarang banyak sekali keluarga yang kondisi finansialnya merosot tajam semenjak kehilangan kepala keluarganya.
Rasulullah SAW pun bersabda dalam haditsnya yang berbunyi:
“Sukakah kamu agar hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (H. R. Thabrani).
Kemudian, adapula salah satu ayat Al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk saling memberi terhadap sesama dan menyantuni anak-anak yatim, yakni:
“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahuinya.” (Q.S Al-Baqarah : 215).
Bahkan negara pun SEHARUSNYA memprioritaskan kepentingan serta kesejahteraan anak-anak yang ‘kurang beruntung’ di dalam hidupnya. Seperti yang tertera pada Pasal 34 UUD 1945 yang berbunyi:
“Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.”
Meskipun pada implementasinya masih banyak sekali warga miskin dan anak-anak terlantar yang tinggal di negeri yang — sebenarnya — kaya raya ini.
Dan, kami merasa kami memang telah benar-benar berbagi kebahagiaan. Kami senang bukan main sekaligus bangga melihat gelak tawa yang lepas dari anak-anak yatim piatu yang telah kami undang tersebut. Ketika salah satu kawan kami bernyanyi, mereka pun ikut bernyanyi-nyanyi riang seperti sedang berkaraoke ria bersama rekan sejawat. Mereka hafal setiap lirik lagu yang dibawakan oleh pengisi acara dari awal hingga akhir. Ketika teman-teman dari UKM Seni Budaya tengah berunjuk gigi memainkan alat-alat musiknya, mereka semua ikut bertepuk tangan dan ada beberapa yang berjoget-joget dengan centilnya. Ketika games session digelar, mereka begitu excited bukan kepalang. Berlomba-lomba menjawab pertanyaan dan saling mendahului untuk maju ke muka panggung. Ketika pembagian amplop digelar, ada yang kekeuh meminta dua atau tiga amplop. Adapula beberapa anak yang perilakunya amat menjengkelkan namun tetap membuat ‘hidup’ suasana. Pokoknya ada-ada saja tingkah lucu yang dibuat oleh anak-anak itu. Semuanya nampak ceria. Termasuk kami, para panitia. Dosen-dosen dan Pak Ustadz yang duduk di barisan depan sana juga terlihat cengengesan.
Kegiatan ini memang bukan merupakan kegiatan yang ‘Wah’ dan besar. Tetapi setidaknya, kami sudah melaksanakan salah satu kewajiban kami untuk bisa lebih PEDULI terhadap sesama — disamping dalam menjalankan salah program kerja BEM. Mudah-mudah semua yang terlibat mendapatkan keberkahan dari Yang Maha Penyayang. Terima kasih kami ucapkan yang sedalam-dalamnya kepada yang sudah menyumbangkan tenaga, pikiran dan sedikit rezekinya demi keberlangsungan acara ini. Sungguh, kami senang tiada terkira ketika menerima banyak sekali uluran tangan yang menyodorkan beberapa lembar rupiah kepada kami untuk turut mensukseskan kegiatan kami. Ternyata semangat untuk saling memberi masih tertanam kuat di benak kawan-kawan dan Bapak-Ibu Dosen yang kami hormati.
Regard,
Syafa ^^,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar