Sabtu, 03 September 2011

Setelah Tiga Tahun Disini (Bagian I)

Tiga tahun disini, di tempat ini, di kampus ini dan sekitarnya...

'Keterpaksaan' itu ternyata telah menjerumuskan saya pada kehidupan yang baru. Seperti memaksa saya untuk menjadi salah satu tokoh pada sebuah novel yang ceritanya cukup kompleks. Saya percaya, di dunia ini tidak ada yang namanya 'kebetulan'. Semuanya sudah diatur oleh Sang Penulis Novel tersebut. Saya bertemu dengan siapa, saya memasuki suatu tempat atau saya dimana dan bagaimana, semuanya adalah misteri. Kemudian di ujung sana ada hikmah. Ada sesuatu yang indah. Begitu kira-kira yang sering saya baca dan saya dengar.

Terkadang, apa yang terjadi di dalam hidup ini bermula dari hal-hal kecil yang kita lakukan. Lalu hal-hal kecil tersebut seolah menarik kita kepada hal-hal yang lebih besar di kemudian hari.

Tiga tahun disini, di tempat ini, di kampus ini dan sekitarnya...

Tak terasa, sudah tiga tahun saya berada di kampus ini. Memahami ragam karakter, memetik pengalaman, mengais suka, mencicipi duka, menikmati haru-biru, berkenalan dengan hal-hal baru, merenda asa, mematangkan diri agar menjadi lebih berarti dan tentunya menuntut ilmu. Ya, menimba ilmu yang pada awalnya saya sungguh tidak tertarik sama sekali dengan 'ilmu hukum'. Bahkan tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa pada akhirnya saya berkuliah di bangku Fakultas Hukum. Bukan karena memang sudah terlalu muak dengan kata 'keadilan' yang kebanyakan hanya wacana atau dongeng surga, tapi sepertinya passion saya memang bukan di jalur ini. Jujur saja, keputusan untuk memasuki Fakultas Hukum tersebut pun saya ambil dengan tergesa-gesa, asal-asalan dan tanpa pikir panjang.

Karena sebetulnya, saya ingin sekali mendalami ilmu komunikasi, jurnalistik atau public relation. Lalu saya pun mencoba mengikuti SNMPTN agar dapat diterima di kampus impian saya sedari dulu. Namun ternyata gagal. Kemudian setelah itu saya mulai mencari-cari kampus swasta yang bonafit. Tetapi kampus-kampus bonafit itu justru lebih banyak berada di luar kota.

Saya pun sempat merengek — bahkan mengancam untuk kabur dari rumah — kepada Ibu saya agar diizinkan merantau ke kota Bandung atau kota Jakarta yang jaraknya masih dekat dengan Bogor. Namun usaha saya itu ternyata nihil. Ibu tetap tidak rela apabila harus terpisahkan dari anak gadisnya.

Jadilah saya tetap bertahan di kota ini. Di saat banyak teman-teman saya semasa SD, SMP maupun SMA dulu yang dengan bangganya mampu melanjutkan sekolah di tempat-tempat yang bergengsi, saya 'terpaksa' harus memilih kampus ini. Bingung, karena di kampus ini tidak ada jurusan yang 'gue banget', maka akhirnya dengan 'tang-ting-tung' saya pun memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Pakuan dengan jurusan ilmu hukum. Salah satu pertimbangannya, yakni karena Fakultas Hukum Universitas Pakuan merupakan satu dari tiga fakultas yang sudah terakreditasi 'A' di kampus ini.

Tapi ternyata, di sini saya lebih banyak belajar mengenai 'ilmu kehidupan' ketimbang 'ilmu hukum' itu sendiri.

Dan waktu terus berjalan. Hingga, saya sudah tiga tahun disini, di tempat ini, di kampus ini dan sekitarnya...

Saat ini saya lebih banyak merenung. Bernostalgia seorang diri. Berbicara pada hati dan pada bayangan tubuh saya sendiri. Menghitung perubahan-perubahan signifikan apa saja yang sudah ada pada diri saya. Mengingat-ingat apa yang telah terjadi. Meresapi 'indah' yang masih saya miliki. Dan tentunya menyiapkan amunisi serta merancang strategi. Lalu bertanya-tanya, sanggupkah saya menjadi seorang Sarjana Hukum yang kompeten, kredibel dan berintegritas? Karena seyogyanya, suatu 'gelar' bukanlah merupakan hal yang murah dan mudah untuk diraih oleh siapapun! Ada tanggung jawab besar dan tidak main-main yang mengikutinya.

Tiga tahun disini, di tempat ini, di kampus ini dan sekitarnya...

Hmm... Beberapa hari lagi saya akan memasuki tahun terakhir di kampus ini: menginjak semester tujuh. Insya Allah semester depan akan menjadi semester terakhir saya. Cukup berat bagi saya untuk memasuki jenjang tersebut. Disamping segunung kesibukan yang pastinya sudah menanti perhatian dan kerja keras saya, itu berarti waktu saya disini tinggal sebentar lagi. Sebentar lagi saya harus angkat kaki dari sini. Sebentar lagi. Dan itu menyedihkan sekaligus menakutkan.

Saya masih betah menjadi mahasiswa. Meskipun diawali oleh 'keterpaksaan', sekarang saya sudah terlanjur merasa nyaman di sini. Saya masih merasa belum siap untuk menghadapi 'kehidupan yang sebenarnya' di luar sana. Saya ingin waktu berjalan sangat panjang. Agar saya bisa berlama-lama disini. Menikmati hal-hal yang saya suka. Seakan di dalam hidup ini hanya ada bahagia. Seolah harapan dan keinginan tak pernah berujung duka. Sebagai anak muda, sebagai orang yang bebas, sebagai mahasiswa. Tapi tidak dengan menjadi mahasiswa abadi. Biar bagaimana pun, 2012 nanti saya mesti pergi.

Tiga tahun disini, di tempat ini, di kampus ini dan sekitarnya...

Dan saya tidak ingin segera tiba pada 'PERPISAHAN' itu. Perpisahan terbesar dan termelankolis yang sudah dijanjikan. Oleh saya, dan juga oleh dia...

To be continue...

***

Bogor, 3 September 2011.
Pkl. 03.00 WIB

2 komentar:

  1. dan saya tidak dapat membayangkan pengingkaran hati dan perilaku di antara kalian sampai waktu perpisahan itu tiba..

    BalasHapus
  2. jaman 3 tahun LaLu ud ada D3_komunikasi_IPB kan???

    BalasHapus